bloq o’ me-Let’s Go Green

April 28, 2006

Wisuda 25 April 2006

Filed under: my ch0!r

Finally…
Wisuda lewat, latian pun udahan.
Lega bangetemoticon, tapi entah kenapa selasa kmaren, kok agak2 deg2-an ya? padahal ini bukan yang pertama lho buat aku tampil di JCC sebagai bagian dari paduan suara kampus.
Dan hasilnya?
Memang sih pro dan kontra itu selalu ada, ada yang komentar ok tapi ada juga yang komentar ga’.
Aku maklum, penilaian setiap orang itu emang berbeda, bagus tidaknya itu kan relative tergantung apa yang dinilai dan siapa yang menilai.

 

April 19, 2006

8 Tip Aman Naik Taxi

Filed under: jokes

Tindak kejahatan yang dilakukan para penjahat pada saat kita ber-taxi memang susah untuk diduga kapan terjadi. Oleh karena itu, tindakan preventif menjadi sangat perlu untuk mengantisipasi kondisi tersebut, untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.

Berikut ini ada 8 cara/tips agar aman dan nyaman saat kita naik taxi, terutama bagi perempuan :

1. Saat Memberhentikan atau Saat Memilih
Periksa jumlah roda saat Anda memberhentikan atau memilih taxi. Pastikan jumlah rodanya 4, sebab kalo cuma 3 berarti Anda naik bajaj.

2. Periksa Tempat Duduk
Periksa juga tempat duduknya. Kalau jumlahnya banyak, berarti Anda naik angkot atau metromini.

3. Perhatikan Argo Meter
Perhatikan selalu argo meter. Pastikan tulisannya `argo meter’, jangan sampe tulisannya argo bromo atau argo gede (karena kesalahan ini amat fatal dan membuat Anda makin jauh dari tujuan).

4. Perlakuan Terhadap Sopir
Sama pak supir jangan terlalu galak nanti diusir, dan jangan pula terlalu baik nanti ditaksir. 

5. Saat Duduk
Yakinkan diri Anda bahwa Anda sudah duduk di dalam taxi itu sebelum taxinya berjalan, karena kalau tidak, jangan-jangan Anda masih duduk di halte bus, dan belum terbawa oleh taxi itu.

6. Saat Taxi Berjalan
Jangan melompat ke luar taxi selagi taxi itu berjalan, karena akan sangat membahayakan orang lain.

7. Jangan pernah tertidur di dalam perjalanan saat Anda naik taxi. Hal
ini perlu diperhatikan karena untuk menghindari supir taxi menagih tarif taxi plus tarif sewa kamar.

8. Merokok dalam Taxi
Merokok dalam taxi ber-AC sebaiknya dihindari, kalau tidak dapat dihindari, sebaiknya Anda jangan menyundut supir taxi dengan rokok, agar perjalanan Anda tetap nyaman.

So hati-hati …emoticon

Jiwa ku Memanggil ku

Filed under: Bening hati

Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku agar mencintai semua orang yang membenciku,
berteman dengan mereka yang memfitnahku,
bersabar thd orang yang menceritakan  kesalahanku/aibku ke orang lain bukannya langsung menasehatiku.

Jiwaku berkata padaku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta sejati itu tidak harus memiliki,
cinta itu tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai.

Sejak itu bagiku cinta ibarat jaring laba-laba diantara dua bunga, dekat satu sama lain;
menjadi lingkaran cahaya tanpa awal dan tanpa akhir,
melingkari apa yang telah lahir dan memupuk selamanya untuk merengkuh yang akan hadir.

Jiwaku menasehatiku dan mengajariku agar melihat kecantikan yang ada dibalik bentuk dan warna.
Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk dengan tabah sampai nampaklah keelokannya.

Jiwaku menasehatiku dan menegurku agar menghargai waktu dengan mengatakan "ada hari kemarin dan ada hari esok".

Demi masa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi…
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh…
Dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran…
Dan nasehat menasehati dalam kesabaran.

Jiwaku menasehatiku dan memintaku…
Agar tidak merasa mulia karena pujian
Dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan karena cacian..
Sampai hari ini aku ragu akan harga pekerjaanku,
Tapi sekarang aku belajar:
Bahwa pohon berbunga di musim semi, dan berbuah di musim panas
dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin? Tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau malu.

Jiwaku menasehatiku dan meyakinkanku..
Bahwa aku tak lebih tinggi ketimbang cebol ataupun tak lebih rendah dari Raksasa.
Sebelumnya aku melihat manusia ada dua:
   Satu: Seorang yang lemah yang kucaci dan kukasihani
   Dua : Seorang yang buta yang kuikuti, maupun yang kulawan dengan pemberontakan.

Tapi sekarang aku tahu bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanah yang sama dari mana semua manusia diciptakan.

Jiwaku menasehatiku dan mengingatkanku:
Bahwa aku adalah debu dimata Allah SWT
Bahwa aku adalah lemah dimataNYA
Bahwa aku miskin dibanding kerajaanNYA
Tiada aku boleh merasa besar kecuali olehNYA
Kesombongan itu hanya milikNYA
Dan semua yang berlangsung adalah kehendakNYA
Tapi pernahkan kita sungguh-sungguh memikirkannya?

Jiwaku menasehatiku, Saudaraku, dan menerangiku.
Dan seringkali jiwamu menasehati dan menerangimu.
Karena engkau sama seperti diriku, dan tiada beda diantara kita

Kujaga apa yang kukatakan dalam diriku ini dalam kata-kata yang kudengar…
Dalam heningku…
Dan Engkau Sahabatku, jagalah apa yang ada dalam dirimu,
dan engkau adalah penjaga yang sama baiknya seperti banyak kukatakan ini.

Wahai Sahabatku semoga sisa hidupmu menjadi hidup yang penuh arti dan bermanfaat, dan pintu hatimu terbuka untuk menerima cahayaNYA.

Pantaskah Un2k Dirindui?

Filed under: boleh curhat..??!

blog ini aku tulis setelah membaca salah satu blog temen ku yang tentunya ga’ perlu aku tulis ulang disini!
ehm…kok sesak ya da2 aku ngebaca tulisan yang satu itu???
***
tsunami…setahun berlalu…sendirian disini!

kalau boleh ju2r…
Bukannya ga’ berasa sih, tapi aku emang berusaha un2k tidak merasakan, ngerasain perih, pedih ‘n pilu hari2 yang aku lewatin tanpa mereka penyempurna jiwa…
sendirian…terdampar di kota asing. ..
bagai alien yang terdampar di bumi…
Sedihnya..!!!
karena sesungguhnya, mereka…tlah kembali pada yang punya !

aku menghindar…mungkin itu kata yang tepat
heh…pedihnya menyadari bahwa begitu pengecutnya diri lari dari realita…!!!

Banda Aceh…
kapan ya aku kesana lagi???
t4 yang begitu mengukir kenangan & begitu terkenang…
sekaligus t4 yang juga telah begitu menyayat hati…mengukir luka!

aku kangen…

1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan

Filed under: Bening hati
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda: Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda: (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai: Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda: Ya!
Kiyai: Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda: Saya tidak bisa.
Kiyai: Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda: Tidak.

Kiyai: Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda: Tidak.
Kiyai: Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai: Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda: Kulit.

Kiyai: Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: Kulit.

Kiyai: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Sakit.

Kiyai: Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

April 18, 2006

Anak Kerang

Filed under: cer!ta tentang...

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata,"Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

********************************************************

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang2 disekitar kamu..cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2…

 

Sanggupkah aku??? 

April 17, 2006

don’t know why !!!

Filed under: my ch0!r

males latian…
bukan karena kegiatan-a sih, tapi lebih karena org2 yang… u knows… ya…gitu deh!
seharian in de class, 5 hari seminggu, suasana ga’ asyik…
‘n guess what????
Hal yang sama waktu latian.garing ga’ sich???
kenapa siCh segitu-a? 

fiuh…Oh my lifeemoticon

April 14, 2006

Kupu-kupu

Filed under: cer!ta tentang...

Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung.
Tatapan matanya kosong,menatap hamparan air di depannya.
Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas.
Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain
disana.

"Sedang apa kau disini anak muda?" Tanya seseorang.

Rupanya ada seorang kakek tua. "Apa yang kau risaukan..?"

Anak muda itu menoleh ke samping, "Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya?
Bilakah kutemukan rasa itu?"

Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya.
Lalu, ia mulai bicara, "di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku.

Mereka berpandangan. "Ya…tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.

Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satuarah, taman.
Tak berapa lama, dijumpainya taman itu.
Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemudayang sedang gelisah itu.

Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan.

Namun lagi-lagi.
Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan.
Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar.

Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat.
Sampai akhirnya ada teriakan, "Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah."

Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.

"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?"
Sang Kakek menatap pemuda itu.
"Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu."

"Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri."

Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari.
Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan.
Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

***

Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu.

Sulit…bagi mereka yang terlalu bernafsu.
Namun mudah…bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari.
Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.

Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan.

Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu.
Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati.
Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita.
Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.
Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu.
Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita.
Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan.
Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.

Bahagia itu ada dimana-mana…. Rasa itu ada di sekitar kita.
Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya.
Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.

Anatomy of a True Friend

Filed under: cer!ta tentang...

Eyes:
Will always see you for the way you really are, your true self.
 

Ears:
Will always have them open to listen.

Mouth:
To always tell you the truth and give opinion, tell you when you mess up or do something good.

Shoulders:
Will offer when you need one to cry on and will be your strength when you find it hard to carry yourself. Will always let you lean on them.

Heart:
To love you for who you are and not judge. Will always have a place there for you.

Hands:
To hold yours when you need a little guidance, to lend when you need help, and to help you up when you may fall.

Arms:
Will always make you feel comfortable in them and to offer hugs when you need one. Will try to warm when you are cold.

Feet:
To walk with you throughout your life and be the best friend they can be.

 

Risalah Hati Seorang Kekasih

Filed under: cer!ta tentang...

Dia seorang kekasih.
Dia tertawa diwaktu itu
Dia bahagia juga diwaktu itu.

Harapnya indah penuh cinta.
Lalu ia berkata :     
    "Hidupku tanpa cintamu Bagai malam tanpa bintang     
    Cintaku tanpa sambutmu Bagai panas tanpa hujan"

Banyak cinta berjuta rasa.
Meski jarak, waktu dan ruang memisahkanya, tapi hati tetaplah hati.
Apalah arti jarak, waktu dan ruang, jika rasa memang ada.
Hanya cukup menunggu.

    "Beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa".

Tapi apa dia datang, apa dia pergi hanya cinta yang tau.
Kembali kekasih ini berkata

     "Simpan mawar yang ku beri           
     Sebelum kau ludahi aku
     Sebelum kau robek hatiku "

Meski berat hati, kekasih ini pun pergi.
Mungkin takkan kembali.
Apalah arti jika nasi pun bisa menjadi cair.
Lama waktu yang ditunggu, separuh jalan yang terlewati.
Terhenti ditengah jalan.
Lalu kekasih berkata:

    "Terima kasih atas cinta, jagalah dirimu baik-baik.
     Sayangku slalu menyertaimu".

Lalu kekasih itu menghilang entah kemana.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham