Teman, Bosankah Kau Dengan Ku?
tiada ku mengerti
tubuh ku disini tapi tidak raga ku
bumi tak sudi mengizinkan aku menapakkan kaki
langit pun tak sudi membiarkan ku mengepakkan sayap di hamparan birunya…
apa salah ku?
udara tak memberikan ku ruang tuk bernafas…
walau hanya untuk sesaat
matahari pagi pun enggan menyapa pagi ku….
apa salah ku?
sungguh aku telah keliru…
bergantung pada akar yang lapuk
begitu sakit ketika ia tak lagi mau menahan berat tubuh ku & menganggap ku beban
beban…hanya sebagai beban
layaknya benalu tua kering yang keropos
lalu membiarkan ku terjatuh
terhempas tercabik-cabik…
aku menatap dalam mata mu
berharap ada setitik iba disana…
tapi apa yang ku dapat?
apa yang kau beri untuk ku?
kau memalingkan muka
satu palingan kecil tapi meninggalkan goresan besar…
terbesar yang pernah ada…
begitu melukai…
apa salah ku?
aku berbicara…aku menyapa mu…
tapi aku bagaikan seorang bisu yang mencoba bersuara dengan cara sia-sia
karena nyatanya kau pun tak mendengar…tak mau mendengar
aku menatap mu lagi
satu goresan yang lebih besar pun aku terima dari mu hari ini
untuk kesekian kalinya…
teganya kamu…
apa salah ku?
Teman, Bosankah Kau Dengan Ku?






Menyentuh sekali…. Bunga lilinya juga cantik
Comment by Herbi — April 5, 2006 @ 2:01 am
Menyentuh….
Comment by Herbi — April 5, 2006 @ 2:03 am
Kadang sifat manusia bisa berubah drastis. bagaimanapun jangan sampai menimbulkan kebencian yang besar. Kita pun bisa berubah drastis tanpa di sadari dan teman kita juga merasakannya. Sebaiknya memang perlu mempelajari sifat2 seseorang agar kita tau tingkat emosinya. kemudian kita aplikasikan pada saat kita berbicara dan tingkah laku kita padanya
Thanks
Novelist kesunyian
Comment by Novelist Kesunyian — April 14, 2006 @ 8:47 am
hiks ,.,. hiks
*seraya memeluk lilis*
aku gak bakalan bosen kok ,.,
apalagi ditraktir tiap hari
gak bosen kok
*djing…*
kabur ….
Comment by vini — May 28, 2006 @ 10:33 am