Risalah Hati Seorang Kekasih
Dia seorang kekasih.
Dia tertawa diwaktu itu
Dia bahagia juga diwaktu itu.
Harapnya indah penuh cinta.
Lalu ia berkata :
"Hidupku tanpa cintamu Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu Bagai panas tanpa hujan"
Banyak cinta berjuta rasa.
Meski jarak, waktu dan ruang memisahkanya, tapi hati tetaplah hati.
Apalah arti jarak, waktu dan ruang, jika rasa memang ada.
Hanya cukup menunggu.
"Beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa".
Tapi apa dia datang, apa dia pergi hanya cinta yang tau.
Kembali kekasih ini berkata
"Simpan mawar yang ku beri
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku "
Meski berat hati, kekasih ini pun pergi.
Mungkin takkan kembali.
Apalah arti jika nasi pun bisa menjadi cair.
Lama waktu yang ditunggu, separuh jalan yang terlewati.
Terhenti ditengah jalan.
Lalu kekasih berkata:
"Terima kasih atas cinta, jagalah dirimu baik-baik.
Sayangku slalu menyertaimu".
Lalu kekasih itu menghilang entah kemana.





